Indonesia: Pusat Domestikasi Ayam Dunia

Tiga wilayah utama pusat domestikasi ayam di dunia ada di Indonesia; sungai Kuning, Henan (China) dan lembah Indus (India)

Ayam termasuk  klas aves, ordo galliformes, dan famili phasianidae. Ayam mempunyai jengger (comb) di atas kepala dan dua gelambir (wattles) dibawah dagu.  Dalam bahasa Latin, gallus artinya comb, jadi ayam hasil domestikasi dinamakan Gallus gallus domesticus. Spesies lain yang masih hidup liar di hutan dari genus Gallus adalah Gallus gallus (Red jungle fowl) sebarannya meliputi China, India, dan Asia Tenggara.
Untuk Gallus varius(Green jungle fowl) distribusinya meliputi Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, dan pulau kecil disekitarnya.Gallus lafayettii (Sri lanka Jungle fowl) distribusinya hanya di Sri Lanka. Sedangkan Gallus sonneratii (Grey jungle fowl) distribusinya meliputi India bagian selatan dan barat.
Gallus gallus(Red jungle fowl) mempunyai subspesies yaitu Gallus gallus bankiva (Java red junglefowl) distribusinya meliputi Sumatera, Jawa, dan Bali. Gallus gallus spadiceus (Burmese red junglefowl) distribusinya meliputi China Selatan, Burma, Thailand, semenanjung Malaysia, dan Sumatera bagian utara.
Lalu untuk Gallus gallus gallus(Cochin-Chinese atau Indochina red junglefowl) distribusinya meliputi Thailand Timur, Kamboja, Laos Tengah, Laos Selatan, dan Vietnam bagian selatan. Gallus gallus murghii (Indian red junglefowl) distribusinya meliputi India bagian utara, India barat daya, Nepal, Bhutan, dan Banglades. Sedangkan Gallus gallus jabauillei (Tonkinese red junglefowl)distribusinya meliputi China bagian selatan dan Vietnam bagian utara.
Domestikasi Berbasis DNA Molekuler
Perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ini khususnya dalam bidang genetika molekuler telah membuka cakrawala baru. Sejak Wilson dan Crick menemukan strutur DNA pada 1953, perkembangan bidang genetika molekuler sangat pesat yang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Hasil aplikasi teknologi DNA molekuler, khususnya dalam bidang biologi telah banyak digunakan sebagai alat analisis yang sangat akurat. Para taksonom pada abad ini telah banyak menggunakan aplikasi teknologi DNA untuk membedakan berbagai spesies hewan serta hubungan kekeluargaan dari suatu spesies dengan spesies lainnya.
Analisis DNA telah digunakan secara luas dalam mempelajari evolusi, struktur populasi, aliran gen, hibridisasi, biogeografi, dan pilogenetik (Moritz et al., 1992). Kajian seperti yang disebut diatas dapat digunakan untuk mengetahui perjalanan suatu populasi dan memprediksi kejadian dimasa datang dari suatu populasi sehingga dapat diantisipasi keberlangsungan hidup dari populasi hewan tersebut lebih awal.
Seiring dengan perkembangan teknologi DNA sebagai salah satu alat utama di dalam berbagai penelitian di bidang biologi secara luas, maka para ilmuwan mulai menelusur kembali asal-usul nenek moyang ayam dengan menggunakan analisis DNA. Pembuktian dengan DNA molekuler akan memberikan gambaran jelas dan membuka fenomena baru tentang perjalanan kebudayaan manusia di dalam memanfaatkan sumberdaya hayati untuk keperluan kehidupannya.
Perkembangan teknologi DNA molekuler memungkinkan untuk digunakan sebagai penanda genetik yang dapat mengungkap adanya perbedaan intraspesies, filogeografi, mengetahui hubungan kekerabatan diantara rumpun ayam maupun nenek moyang (ancestor), dan membuka informasi yang mendasar dari DNA yang sering disebut sebagai molekul heriditas. Dengan adanya teknologi DNA, analisa genetik secara molekuler dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan relatif mudah.
Hasil analisis yang telah dilakukan di Asia dan Afrika yang dilakukan oleh ILRI (International Livestock Research Institute) dan Pusat Penelitian Biologi-LIPI(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)untuk wilayah Indonesia memberikan petunjuk bahwa pusat domestikasi ayam di dunia berada di tiga wilayah utama yaitu, di sekitar sungai Kuning, Henan (China) yang didominasi oleh clade IIId (bewarna hijau), lembah Indus (India) yang didominasi oleh clade IV (berwarna kuning), dan Indonesia yang didominasi oleh clade II (berwarna biru).

Sumber : www.trobos.com

Comments

Popular posts from this blog

FESTIVAL HARI AYAM DAN TELUR 2017

Beternak Burung Murai